Perjalanan Kepala Perpustakaan ke Cologne Jerman

Setelah melkukan perjalanan selama 19 jam dari Jakarta akhirnya kami tiba di Cologne, Jerman. Jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng jam 21.30m  tapi km sudah tiba di bandara pd jam 17.00, ini untuk antisipasi segala sesuatunya, maklum kami adalah dalam rombongan, selain itu sebagiab besar ini adalah pengalaman pertama untuk terbang dengan tujuan eropa.  ketika meninggalkan  hotel Golden Boutiqe Gunung Sahari yang menjadi tempat "karantina" dari sehari sebelumnya, hujan turun sangat deras, diiringi tiupan angin kencang, seolah memberikan semagat pada kami dengan siraman rahmat=Nya yang luar biasa.


Pesawat Turki Airlines yang kami tumpangi membawa kami menuju Istambul, sebagai tempat transit.  Di dlm pesawat selain kami yang rombongan berjumlah 13 orang, hampir 90 % dipenuhi oleh jemaah umroh dari Bandung. Di dalam pesawat saya duduk di baris belakang. Pesawat dipisa menjadi dua ruangan,  saya sempat tanya ke pramurgarinya, "dimana seat 50G",  dengan senyum manis khas pramugari dia menjawab singkat  "two section" . Tentu tak kalah manisnya saya tersenyum sambil menuju ruangan kedua di belakang.
Setelah pesawat terbang dengan sempurna di atas awan, dan para penumpang duduk dengan nyaman di seatnya msg2, mahluk \-mhluk manis yang bernama pramugari mulai memberikan km dompet kecil. Setelah dibuka isinya sandal, kaos kaki, penutup mata dan telinga. Peralatan ini yg tdk km bawa dari rumah,  cukup mebuat tidur menjadi nyaman. Tak berapa lama kemudian kembali jari jari manis para pramugari memberikan sesuatu, yang ternyata adalah  makan malam yg menunya semacam telur dadar tapi tidak kering, roti sayur keju jamur tomat. Lumayan tuk menghilangkan rasa lapar.
Setelah tidur beberapa jam pramugari kembali lagi membagikan makan, waktu itu  jam di pesawat menjukkan pkl.03.31 sama seperti makan sahur. Namun bila dilihat waktu WIB seperti yang masih tersetel di jam tangan saya menujukkan pkl.07.00 memang waktunya sarapan di Indonesia, krn sebagian besar penumpangnya adalah warga Indonesia. Menunya masih tetap sama dg menu yg pertama.


Jam di pesawat menujkan pkl.05.30 pramugari memberi tahu sebentar lg akan mendarat.  Tpt jam 05.55 pesawat km mendarat dg sempurna di bandara Istambul, waktu itu  jam di tangan sy menunjukkan pkl. 09.30 WIB.
Ketika keluar pesawat cuaca sdh terasa dingin. Memasuki bandara melewati jalur imigrasi tidak ada masalah hny botol air mineral yg km bawa dr dlm pesawat tdk boleh dibawa masuk.


Km lgs mencari musolah utk solat subuh, disediakan tpt wudhu dan musolah yg ckp luas disini , km bertemu dg org2 dr bbg negara disini.  Disini km ckp lama pesawat km akan terbang ke Cologne jam  09.40 waktu setempat. Untuk mengisi waktu kami mencoba untuk ber foto foto, dan menikmati hawa udara yang mulai sangat terasa dingin. Terbayang indahnya sudut sudut kota Istambul seperti yang banyak disaksikan dalam sinetron Turki yang booming beberapa waktu lau, tentu akan sangat indah bila bisa foto foto disana. Tapi apalah itu hanya impian saja, karena kami akan segera terbang kembali menuju Cologne.

Belanja dengan harga mahal mulai terasa, sebotol air mineral yg sedang disini hrgnya 2 euro atau 32rb rupiah.  Untungnya masa menunggu itu berakhir juga, sehingga tak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air mineral atau makanan disana. Jam  8.45 waktu setempat, yang bertepatan dengan pkl.12.45 WIB tkami mullai boarding dan tepat jam 9.40 pswt km terbang.

Tepat jam 10.50 waktu setempat km tiba di bandara Cologne, Jerman, artinya dari Istambul ke Cologne km tempuh selama lbh krg 4 jam, Perbedaan waktu antr Istambul dan Cologne adalah 2 jam. Indonesia dan Istambul selama 4 jam, Indonesia dan Cologne selama 6 jam.


Kalo ditotal wsktu yg km tempuh sampai ke Cologne dr pkl. 21.30 wib s/ d  16.50 wib adalah selama 19 jam. Sungguh perjalanan panjang yang melelahkan.  Namun begitu melihat daratan Eropa dengan cuaca dinginnya, serta salju yag mulai turun, rasa lelah itu hilang seketika.  Masing masing kami, mulai sibuk dengan HP, untuk jeprat jepret sana sini dan kasih kabar ke keluarga.  Sungguh awal yang sangat cantik.....(berrsambung)